Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Mengenal Keasaman Tanah dan Cara Menghadapinya

AnsellAgroOnline

0 Comment

Agribisnis

Keasaman tanah berperan besar dalam masalah yang dihadapi tanaman, yang tidak hanya berkaitan dengan serangan hama dan penyakit (faktor biotik), tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, termasuk kualitas tanah sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Faktor-faktor lingkungan ini termasuk kategori faktor abiotik.

Seringkali, meskipun petani memberikan pupuk sesuai takaran yang dianjurkan, hasilnya tidak memuaskan. Terkadang, tanaman tampak enggan menyerap nutrisi yang diberikan. Beberapa petani juga menemukan bahwa penggunaan pupuk dapat menghasilkan dampak tak terduga. Misalnya, daun bisa berubah warna menjadi kuning, bunga rontok, atau tanaman menjadi cepat layu. Masalah ini muncul karena reaksi tanah terhadap pemupukan, yang dapat memberikan manfaat atau membawa kerugian.

Keasaman Tanah
Thermometer Tanah untuk Pertumbuhan Optimal

Pentingnya pH Tanah

pH tanah, singkatan dari potential of hydrogen, menggambarkan seberapa asam atau basa tanah tersebut. Skala pH berkisar antara 1 hingga 14 dengan makna sebagai berikut:

  • pH 7: Menunjukkan kondisi netral, di mana tanah tidak terlalu asam atau basa; air bersih juga memiliki pH 7.
  • pH < 7: Menunjukkan tanah bersifat asam dan mengandung banyak ion hidrogen (H+), yang memengaruhi ketersediaan nutrisi.
  • pH > 7: Menunjukkan tanah bersifat basa dengan jumlah ion hidrogen yang lebih sedikit dibandingkan ion hidroksida (OH-).

Tanah yang ideal untuk pertanian umumnya memiliki pH mendekati netral, dengan keseimbangan ion H+ dan OH-. Petani dapat mengukur pH menggunakan pH meter, kit uji pH, atau metode sederhana lainnya.

Alat Mengukur pH Tanah
Alat Mengukur pH Tanah

Penyebab Keasaman Tanah

Petani sering menemukan tanah asam di area yang tergenang air atau memiliki kelembapan tinggi, seperti lahan gambut. Beberapa faktor yang menyebabkan tanah menjadi asam antara lain:

  1. Proses Fermentasi Anaerobik: Tanah yang tergenang air, seperti sawah setelah panen, mengalami proses ini.
  2. Penggunaan Pupuk Anorganik: Pemakaian pupuk asam secara terus-menerus tanpa penambahan bahan pembenah tanah meningkatkan keasaman tanah.
  3. Curah Hujan Tinggi: Air hujan membawa asam nitrat yang berkontribusi terhadap keasaman tanah.
  4. Pengolahan Tanah yang Tidak Optimal: Kurangnya sirkulasi oksigen dalam tanah meningkatkan keasaman.
  5. Pupuk Kandang yang Belum Matang: Pupuk yang belum terurai dengan baik dapat memicu fermentasi anaerobik.

Dampak dari Tanah Asam

Keasaman tanah dapat menghambat pertumbuhan tanaman melalui beberapa cara, antara lain:

  • Toksisitas Logam Berat: Unsur logam berat, terutama aluminium, terlarut dalam tanah asam dan diserap oleh tanaman.
  • Ketidakseimbangan Unsur Hara: Tanah asam mengganggu keseimbangan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
  • Gangguan pada Perakaran: Keasaman tinggi menghambat sistem perakaran, sehingga mengurangi kemampuan tanaman dalam menyerap nutrisi.
  • Pertumbuhan Jamur Parasit: Lingkungan tanah asam mendukung perkembangan jamur parasit yang dapat merugikan tanaman.
  • Inhibisi Bakteri Menguntungkan: Aktivitas bakteri yang bermanfaat terhambat, menyebabkan simbiosis yang penting bagi pertumbuhan sehat berkurang.

Walaupun pH ideal berlabel 7, beberapa tanaman berkembang baik di pH 5-6, sementara yang lain lebih efektif di pH 7-8. Kisaran pH optimal untuk pertumbuhan tanaman bervariasi; misalnya, pH optimal untuk padi dan jagung berada di kisaran 5,5 hingga 6,5.

Monitoring pH secara berkala membantu petani menjamin tanaman mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Dengan praktik yang baik dan pemahaman mengenai keasaman tanah, mereka dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta menciptakan lingkungan tumbuh yang lebih baik bagi tanaman.

Post Comments:

Would you like to share your thoughts?