Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Antraknosa pada Cabai
Read More
Agribisnis

Antraknosa pada Cabai: Penyebab dan Cara Mengendalikannya

Cabai menjadi salah satu komoditas pertanian paling populer di Indonesia. Mulai dari masakan rumah tangga hingga industri kuliner, cabai selalu dibutuhkan dalam jumlah besar. Namun, ada satu masalah besar yang sering mengintai para petani cabai: antraknosa atau patek. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian besar karena mengurangi hasil panen dan menurunkan kualitas buah. Bahkan, jika tidak ditangani dengan baik, antraknosa bisa menyebabkan gagal panen. Lalu, apa sebenarnya penyakit ini, bagaimana cara mengenalinya, dan yang paling penting, bagaimana cara mengendalikannya? Simak ulasannya berikut ini! Penyebab  Antraknosa pada cabai disebabkan oleh jamur dari genus Colletotrichum. Jamur ini dapat berkembang pesat dalam kondisi lingkungan yang lembap dan suhu yang hangat, yang sangat umum terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan. Penyebaran jamur ini bisa terjadi melalui air hujan, angin, atau bahkan alat pertanian yang tidak steril. Oleh karena itu, petani perlu lebih waspada dalam menjaga kebersihan lingkungan pertanian mereka. Gejala  Penting bagi petani untuk mengenali gejala awal antraknosa agar bisa segera mengambil tindakan pencegahan. Berikut beberapa tanda yang bisa diwaspadai: Bercak pada Daun Daun yang terinfeksi antraknosa akan menunjukkan bercak hitam atau coklat yang semakin membesar seiring waktu. Jika dibiarkan, bercak ini bisa menyatu dan membuat daun menguning hingga akhirnya rontok. Buah Membusuk Gejala paling merugikan dari antraknosa adalah pembusukan pada buah cabai. Awalnya, bercak-bercak gelap muncul di permukaan buah, lalu bercak ini melebar hingga menyebabkan buah rusak total. Buah yang terinfeksi antraknosa tidak bisa dijual dan bisa menyebarkan penyakit ke buah lain yang sehat. Penyebaran Cepat Antraknosa menyebar dengan cepat terutama di musim hujan. Percikan air hujan dan embun bisa membawa spora jamur ke tanaman sehat lainnya, sehingga infeksi bisa menyebar dalam waktu singkat. Cara Mengendalikan Agar tanaman cabai tetap sehat dan produktif, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah serta mengendalikan antraknosa: Menjaga Kebersihan Lahan Petani harus memastikan kebersihan lingkungan pertanian dengan rutin membuang sisa tanaman yang terinfeksi dan menjaga jarak tanam agar sirkulasi udara tetap baik. Mengatur Irigasi dengan Baik Jangan biarkan air menggenang di sekitar tanaman karena kelembapan tinggi bisa mempercepat pertumbuhan jamur. Sebaiknya gunakan sistem irigasi tetes untuk menjaga kelembaban tetap terkendali. Memilih Varietas Cabai yang Tahan Penyakit Saat ini, sudah ada varietas cabai yang lebih tahan terhadap antraknosa. Menggunakan varietas ini bisa menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko infeksi. Menggunakan Fungisida Jika serangan antraknosa sudah terjadi, penggunaan fungisida bisa menjadi solusi. Namun, pastikan untuk menggunakan fungisida sesuai dosis dan jadwal yang direkomendasikan oleh ahli agronomi agar tidak menyebabkan resistensi jamur. Antraknosa adalah ancaman serius bagi para petani cabai karena dapat mengurangi hasil panen dan kualitas buah. Namun, dengan menerapkan praktik pertanian yang baik, produksi cabai tetap optimal dan petani bisa terhindar dari kerugian besar.