Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Read More
Berita Pertanian

Produksi Beras Nasional 2025 Meningkat Tajam

Produksi beras nasional 2025 mengalami peningkatan signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini naik lebih dari 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan memperkuat posisi ketahanan pangan nasional. Selain itu, peningkatan produksi ini memberi sinyal positif bahwa sektor pertanian mulai pulih dan berkembang secara konsisten. Produksi Beras Nasional 2025 Didukung Kenaikan Luas Panen Menariknya, capaian produksi beras nasional 2025 juga melampaui proyeksi beberapa lembaga internasional. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebelumnya memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton, sedikit di bawah estimasi BPS. Capaian ini bahkan melampaui rekor produksi tertinggi sebelumnya pada tahun 2022. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pertanian nasional mulai memberikan dampak nyata di lapangan. Program Pemerintah Dorong Produksi Beras Nasional 2025 Peningkatan produksi ini tidak lepas dari berbagai program strategis pemerintah. Beberapa di antaranya adalah cetak sawah baru, optimalisasi lahan, rehabilitasi irigasi, serta penyediaan alat dan mesin pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa data BPS menjadi dasar optimisme pemerintah untuk mencapai swasembada beras. Selain itu, kebijakan harga gabah juga dirancang untuk menjaga semangat petani agar terus meningkatkan produksi. FAO Prediksi Produksi Beras Indonesia Tembus 35,6 Juta Ton Optimisme serupa juga datang dari Food and Agriculture Organization (FAO). Dalam laporan Food Outlook Juni 2025, FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton. Jika proyeksi ini terealisasi, Indonesia berpotensi menjadi produsen beras terbesar keempat dunia. Selain itu, peningkatan produksi ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian nasional memiliki daya saing yang kuat di tengah ketidakpastian global. Dampak Positif bagi Petani dan Ketahanan Pangan Selain produksi yang meningkat, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan menjaga harga di tingkat petani tetap stabil dan meningkatkan penyerapan gabah. Saat ini, cadangan beras pemerintah dilaporkan telah menembus 4 juta ton. Dengan kondisi tersebut, ketahanan pangan nasional dinilai berada pada posisi yang aman dan terkendali. Kesimpulan Produksi beras nasional 2025 yang meningkat signifikan menjadi bukti nyata penguatan sektor pertanian Indonesia. Dukungan kebijakan, program lapangan, dan peran aktif petani mendorong Indonesia semakin dekat menuju swasembada beras. Jika tren positif ini terus berlanjut, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisinya di pasar pangan global.

Read More
Berita Pertanian

Surplus Produksi Beras 2025: Ketahanan Pangan Semakin Kuat

Surplus produksi beras 2025 menjadi kabar baik bagi petani dan masyarakat Indonesia. Pemerintah menyampaikan bahwa produksi beras nasional tahun ini diproyeksikan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sehingga stok pangan jauh lebih aman. Kondisi ini menunjukkan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat dan tidak lagi bergantung pada impor.   Apa itu Surplus Produksi Beras 2025? Surplus berarti produksi lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa produksi beras hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi pada periode yang sama hanya sekitar 27,3 juta ton. Artinya, surplus 3,7 juta ton akan membantu menjaga stabilitas stok dan harga pangan di dalam negeri. Faktor Penyebab Produksi Beras Meningkat Beberapa program pemerintah memberi hasil positif, antara lain: Pencetakan sawah baru Perbaikan sistem irigasi Optimalisasi lahan dan teknologi pertanian Dukungan langsung untuk petani Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kerja keras petani dalam menjaga produksi tetap stabil meski menghadapi tantangan cuaca. Dampak Positif Surplus Produksi Beras 2025 Bagi Petani dan Indonesia Harga beras lebih stabil Stok pangan aman sepanjang tahun Ketahanan pangan nasional semakin kokoh Petani lebih sejahtera karena produksi meningkat Bahkan FAO memperkirakan total produksi beras Indonesia berpotensi mencapai 34–35 juta ton di akhir tahun, jauh lebih tinggi dibanding tahun 2024. Langkah Selanjutnya untuk Mempertahankan Surplus Agar surplus ini terus berlanjut di tahun berikutnya, pemerintah diharapkan: terus memperkuat akses pupuk, mengembangkan teknologi pertanian modern, dan meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian. Dengan dukungan berkelanjutan, Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri pangan dalam jangka panjang. Kesimpulan Surplus produksi beras 2025 menandakan pondasi ketahanan pangan Indonesia semakin kuat. Stok aman, petani makin percaya diri, dan ekonomi nasional ikut terdorong. Konsistensi kebijakan dan peran petani menjadi kunci agar prestasi ini terus meningkat ke depannya.

Read More
Budidaya

Bukan Cuma Padi, Ini Tanaman Pangan Utama Indonesia

Tanaman pangan di Indonesia merupakan jenis tanaman yang menghasilkan bahan makanan pokok untuk manusia. Tanaman ini kaya akan zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, dan serat yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh sehari-hari. Indonesia sebagai negara agraris sangat bergantung pada tanaman pangan, baik untuk konsumsi nasional maupun sebagai penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Klasifikasi Tanaman Pangan Berdasarkan Siklus Hidup Tanaman pangan terbagi menjadi dua jenis utama: Tanaman semusim Jenis tanaman ini tumbuh dan dipanen satu kali dalam satu musim tanam. Contoh: padi, jagung, kacang tanah, kedelai. Tanaman tahunan Tanaman ini bisa hidup dan berproduksi lebih dari satu musim. Contoh: singkong, ubi jalar, talas. Jenis-Jenis Tanaman Pangan yang Umum Dibudidayakan di Indonesia Berikut beberapa contoh tanaman pangan utama yang banyak ditanam oleh petani Indonesia: 1. Padi Padi menjadi sumber beras, makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Petani menanamnya di lahan sawah dengan sistem irigasi teratur. Siklus tanam hingga panen berlangsung sekitar 3–6 bulan. 2. Jagung Tanaman ini memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan pangan, pakan ternak, hingga bahan industri. Jagung mampu tumbuh di lahan kering dan memiliki masa panen sekitar 3–4 bulan. 3. Sorgum Sorgum mulai dikenal sebagai alternatif pengganti nasi karena tinggi serat dan bebas gluten. Tanaman ini sangat tahan kekeringan, sehingga cocok ditanam di wilayah dengan curah hujan rendah seperti Nusa Tenggara Timur. 4. Kedelai Kedelai dikenal sebagai sumber protein nabati utama. Petani mengolahnya menjadi tempe, tahu, hingga susu kedelai. Waktu tanam hingga panen hanya 2,5–4 bulan. 5. Kacang Tanah & Kacang Hijau Keduanya termasuk tanaman legum yang bergizi dan ramah lingkungan. Selain menghasilkan protein dan lemak sehat, kedua tanaman ini membantu memperbaiki struktur dan unsur hara tanah. 6. Singkong & Ubi Jalar Dua umbi ini menjadi alternatif sumber energi yang mudah dibudidayakan. Petani biasanya memanfaatkannya sebagai bahan tepung, makanan olahan, atau camilan tradisional. Kenapa Tanaman Pangan Itu Penting? Tanaman pangan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki peran strategis lain, di antaranya: Menopang Ketahanan Pangan Nasional Menjamin ketersediaan makanan pokok bagi masyarakat. Meningkatkan Kesejahteraan Petani Menjadi sumber pendapatan utama masyarakat desa. Menjaga Keanekaragaman Hayati Tanaman pangan yang bervariasi turut melestarikan ekosistem pertanian. Mendukung Industri Pangan Sebagian besar produk olahan di industri makanan berasal dari tanaman pangan. Memahami jenis dan peran tanaman pangan berarti memahami fondasi sistem pangan Indonesia. Dengan mengenali potensi setiap komoditas, kita ikut mendukung pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.