Fenomena El Nino kembali berpotensi memengaruhi sektor pertanian di Indonesia. Penurunan curah hujan yang terjadi selama periode ini menyebabkan ketersediaan air di lahan semakin terbatas. Akibatnya, tanaman lebih rentan mengalami stres dan pertumbuhan menjadi tidak optimal. Kondisi ini umumnya mulai terasa saat musim kemarau, terutama pada lahan tadah hujan dan wilayah dengan sistem irigasi terbatas. Selain itu, suhu yang meningkat juga mempercepat penguapan air, sehingga tanah menjadi lebih cepat kering. Dampak El Nino pada Tanah dan Tanaman Pada kondisi kekeringan, tanah cenderung kehilangan kelembaban dan menjadi lebih padat. Akibatnya, akar tanaman sulit berkembang dan penyerapan unsur hara menjadi tidak maksimal. Beberapa dampak yang sering terjadi antara lain: tanah cepat kering dan retak aktivitas mikroorganisme menurun penyerapan nutrisi terganggu tanaman mudah layu dan pertumbuhan terhambat Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko penurunan hasil panen hingga gagal panen akan semakin besar. Strategi Menghadapi Kekeringan Untuk menghadapi kondisi ini, pengelolaan tanah perlu dilakukan secara lebih adaptif. Salah satunya, dengan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air agar tetap tersedia bagi tanaman. Penggunaan mulsa, pengaturan pola tanam, serta efisiensi penyiraman menjadi langkah penting. Namun demikian, perbaikan kualitas tanah tetap menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan. Peran Pupuk Organik dalam Menjaga Kelembaban Tanah Pupuk organik berperan penting dalam memperbaiki kondisi tanah, terutama saat menghadapi kekeringan. Selain sebagai sumber hara, pupuk organik juga membantu meningkatkan daya simpan air dan memperbaiki struktur tanah. Secara fungsi, pupuk organik dapat: meningkatkan kapasitas tanah menahan air memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan poros meningkatkan aktivitas mikroorganisme membantu penyerapan unsur hara lebih efisien Dengan kondisi tanah yang lebih baik, tanaman dapat bertahan lebih optimal meskipun ketersediaan air terbatas. Pupuk Organik Ansell sebagai Solusi Adaptif Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pupuk organik seperti Pupuk Organik Ansell (POA). Penggunaannya dapat membantu menjaga kelembaban tanah tetap stabil, terutama pada kondisi cuaca panas. Selain itu, POA juga berperan dalam meningkatkan daya ikat air pada tanah serta mendukung pertumbuhan akar yang lebih kuat. Dengan akar yang sehat, tanaman mampu menyerap air dan nutrisi secara lebih efektif. Kesimpulan El Nino menjadi tantangan serius bagi pertanian karena berdampak langsung pada kondisi tanah dan ketersediaan air. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga produktivitas tanaman. Penggunaan pupuk organik dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan. Dengan pengelolaan yang tepat, risiko kerugian dapat ditekan dan hasil panen tetap terjaga.
Tanaman kekurangan sinar matahari sering menjadi masalah, terutama pada tanaman yang diletakkan di dalam ruangan atau area teduh. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan tanaman. Tanpa sinar matahari yang cukup, tanaman tidak mampu tumbuh dan berkembang secara optimal. Sinar matahari berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu proses pembentukan makanan bagi tanaman. Melalui fotosintesis, tanaman mengubah cahaya matahari, air, karbon dioksida, dan klorofil menjadi energi yang digunakan untuk tumbuh, berbunga, hingga berbuah. Apakah Semua Tanaman Membutuhkan Sinar Matahari? Setiap tanaman memiliki kebutuhan sinar matahari yang berbeda. Ada tanaman yang memerlukan paparan sinar penuh selama 6–8 jam per hari, sementara tanaman lain cukup dengan sinar matahari parsial sekitar 3–4 jam. Tanaman yang dikenal sebagai tanaman teduh pun tetap membutuhkan cahaya, setidaknya 2 jam sehari. Jika tanaman sama sekali tidak mendapatkan sinar matahari, proses fotosintesis akan terganggu dan pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Dampak Tanaman Kekurangan Sinar Matahari Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya akan menunjukkan perubahan fisik sebagai bentuk adaptasi. Berikut tiga akibat utama yang sering terjadi. 1. Etiolasi (Pertumbuhan Tidak Normal) Etiolasi adalah kondisi ketika tanaman tumbuh memanjang secara berlebihan akibat kekurangan cahaya. Tanaman akan berusaha mencari sumber sinar dengan memanjangkan batangnya. Kondisi minim cahaya membuat hormon auksin bekerja lebih aktif, sehingga sel tanaman memanjang lebih cepat dari normal. Akibatnya, tanaman tumbuh lemah dan tidak kokoh. Ciri-ciri tanaman mengalami etiolasi antara lain: Batang tumbuh lebih panjang dan kurus Struktur batang lemah dan mudah roboh Warna tanaman tampak pucat Daun berukuran kecil, tipis, dan berwarna hijau muda Pertumbuhan akar kurang optimal 2. Tanaman Tumbuh Condong ke Arah Cahaya Tanaman yang kekurangan sinar matahari akan tumbuh condong mengikuti arah datangnya cahaya. Batang dan daun perlahan mengarah ke satu sisi tempat cahaya masuk. Fenomena ini menunjukkan bahwa tanaman berusaha mendapatkan cahaya untuk bertahan hidup. Namun, pertumbuhan yang tidak seimbang ini dapat membuat tanaman mudah patah dan tidak berkembang secara maksimal. 3. Daun Menguning dan Pertumbuhan Terhambat Kurangnya sinar matahari juga menyebabkan daun berubah warna menjadi kuning atau pucat. Selain itu, ukuran daun cenderung lebih kecil dan pertumbuhan tanaman berlangsung lambat. Jika kondisi ini berlangsung lama, tanaman bisa gagal berbunga atau berbuah. Bahkan dalam kondisi ekstrem, tanaman dapat mati karena tidak mampu memproduksi makanan sendiri melalui fotosintesis. Kesimpulan Kekurangan sinar matahari dapat memberikan dampak serius bagi tanaman, mulai dari pertumbuhan tidak normal, arah tumbuh yang tidak seimbang, hingga daun menguning dan tanaman mati. Oleh karena itu, meskipun menanam tanaman indoor, pastikan tanaman tetap mendapatkan cahaya matahari sesuai kebutuhannya agar tumbuh sehat dan optimal.
Halo sobat Ansell ! Apakah kalian pernah dengar istilah orong orong? Hama orong-orong merupakan momok menakutkan bagi para petani loh! Serangannya ini tidak hanya merusak tanaman, tapi juga mengancam hasil panen yang bisa merugikan petani. Apa saja sih bahaya yang mengintai dari hama ini? Yuk, mari kita simak! Apa sih orong-orong itu? Sebenarnya, orong-orong memiliki banyak panggilan yang dikenal oleh masyarakat. Pada umumnya, orang Jawa menyebutnya orong orong, di tanah Sunda dikenal dengan nama gaang, sementara dalam bahasa Toba disebut dengan singke. Orong-orong atau anjing tanah merupakan serangga yang sering dianggap remeh oleh sebagian orang karena ukurannya yang kecil, tapi apa kalian tahu? ternyata dia menjadi ancaman serius bagi tanaman pertanian. Dengan kebiasaan menggali dan memakan akar, orong-orong dapat merusak tanaman hingga menyebabkan gagal panen. Apa saja kerusakan yang ditimbulkan dari serangga ini? Biasanya, orong-orong mengganggu pertumbuhan tanaman dengan cara merusak akar pada tanaman yang akhirnya menghambat penyerapan nutrisi dan menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan layu. Lalu, orong-orong bisa memicu penyakit bagi tanaman karena serangannya pada akar dapat mengakibatkan luka pada akar sehingga rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Kemudian, orong-orong juga merusak struktur tanah karena kebiasaannya yang suka menggali, menyebabkan tanah menjadi berlubang-lubang dan pada akhirnya mengganggu drainase dan aerasi tanah. Lalu, tanaman apa saja yang rentan diserang oleh si orong-orong ini? Orong-orong seringkali ditemukan menjadi hama pada tanaman padi, jagung, tebu, dan berbagai sayuran yang merupakan sasaran empuk bagi orong-orong. Bagaimana Cara Mengendalikan Hama Orong-orong Pengolahan Tanah Mengolah tanah dengan cara membajak dan mencangkul tanah dapat merusak sarang dan telur orong-orong. Pestisida Nabati Seperti bawang putih, cabai, atau tembakau dapat digunakan sebagai pestisida, pengusir hama yang alami. Musuh Alami Hewan-hewan seperti burung, ayam, dan katak merupakan predator alami bagi orong-orong. Para petani perlu waspada terhadap tanda-tanda serangan orong-orong ini seperti tanaman layu, lubang-lubang di sekitar tanaman, dan suara khas orong-orong di malam hari. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah kerugian besar. Mengendalikan hama orong-orong memang bukan perkara yang mudah, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Dengan memahami bahaya dan cara pengendaliannya, kita bisa melindungi tanaman dan hasil panen dari ancaman hama ini. Sumber : https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Anjing_tanahAnjing tanah


