Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Read More
Edukasi

Tanaman Kekurangan Sinar Matahari? Ini 3 Dampaknya

Tanaman kekurangan sinar matahari sering menjadi masalah, terutama pada tanaman yang diletakkan di dalam ruangan atau area teduh. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan tanaman. Tanpa sinar matahari yang cukup, tanaman tidak mampu tumbuh dan berkembang secara optimal. Sinar matahari berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu proses pembentukan makanan bagi tanaman. Melalui fotosintesis, tanaman mengubah cahaya matahari, air, karbon dioksida, dan klorofil menjadi energi yang digunakan untuk tumbuh, berbunga, hingga berbuah. Apakah Semua Tanaman Membutuhkan Sinar Matahari? Setiap tanaman memiliki kebutuhan sinar matahari yang berbeda. Ada tanaman yang memerlukan paparan sinar penuh selama 6–8 jam per hari, sementara tanaman lain cukup dengan sinar matahari parsial sekitar 3–4 jam. Tanaman yang dikenal sebagai tanaman teduh pun tetap membutuhkan cahaya, setidaknya 2 jam sehari. Jika tanaman sama sekali tidak mendapatkan sinar matahari, proses fotosintesis akan terganggu dan pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Dampak Tanaman Kekurangan Sinar Matahari Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya akan menunjukkan perubahan fisik sebagai bentuk adaptasi. Berikut tiga akibat utama yang sering terjadi. 1. Etiolasi (Pertumbuhan Tidak Normal) Etiolasi adalah kondisi ketika tanaman tumbuh memanjang secara berlebihan akibat kekurangan cahaya. Tanaman akan berusaha mencari sumber sinar dengan memanjangkan batangnya. Kondisi minim cahaya membuat hormon auksin bekerja lebih aktif, sehingga sel tanaman memanjang lebih cepat dari normal. Akibatnya, tanaman tumbuh lemah dan tidak kokoh. Ciri-ciri tanaman mengalami etiolasi antara lain: Batang tumbuh lebih panjang dan kurus Struktur batang lemah dan mudah roboh Warna tanaman tampak pucat Daun berukuran kecil, tipis, dan berwarna hijau muda Pertumbuhan akar kurang optimal 2. Tanaman Tumbuh Condong ke Arah Cahaya Tanaman yang kekurangan sinar matahari akan tumbuh condong mengikuti arah datangnya cahaya. Batang dan daun perlahan mengarah ke satu sisi tempat cahaya masuk. Fenomena ini menunjukkan bahwa tanaman berusaha mendapatkan cahaya untuk bertahan hidup. Namun, pertumbuhan yang tidak seimbang ini dapat membuat tanaman mudah patah dan tidak berkembang secara maksimal. 3. Daun Menguning dan Pertumbuhan Terhambat Kurangnya sinar matahari juga menyebabkan daun berubah warna menjadi kuning atau pucat. Selain itu, ukuran daun cenderung lebih kecil dan pertumbuhan tanaman berlangsung lambat. Jika kondisi ini berlangsung lama, tanaman bisa gagal berbunga atau berbuah. Bahkan dalam kondisi ekstrem, tanaman dapat mati karena tidak mampu memproduksi makanan sendiri melalui fotosintesis. Kesimpulan Kekurangan sinar matahari dapat memberikan dampak serius bagi tanaman, mulai dari pertumbuhan tidak normal, arah tumbuh yang tidak seimbang, hingga daun menguning dan tanaman mati. Oleh karena itu, meskipun menanam tanaman indoor, pastikan tanaman tetap mendapatkan cahaya matahari sesuai kebutuhannya agar tumbuh sehat dan optimal.

Orong Orong Gaang Pengganggu Tanaman
Read More
Agribisnis

Orong Orong / Gaang : Serangga Kecil Perusak Tanaman

Halo sobat Ansell ! Apakah kalian pernah dengar istilah orong orong? Hama orong-orong merupakan momok menakutkan bagi para petani loh! Serangannya ini tidak hanya merusak tanaman, tapi juga mengancam hasil panen yang bisa merugikan petani. Apa saja sih bahaya yang mengintai dari hama ini? Yuk, mari kita simak! Apa sih orong-orong itu? Sebenarnya, orong-orong memiliki banyak panggilan yang dikenal oleh masyarakat. Pada umumnya, orang Jawa menyebutnya orong orong, di tanah Sunda dikenal dengan nama gaang, sementara dalam bahasa Toba disebut dengan singke. Orong-orong atau anjing tanah merupakan serangga yang sering dianggap remeh oleh sebagian orang karena ukurannya yang kecil, tapi apa kalian tahu? ternyata dia menjadi ancaman serius bagi tanaman pertanian. Dengan kebiasaan menggali dan memakan akar, orong-orong dapat merusak tanaman hingga menyebabkan gagal panen. Apa saja kerusakan yang ditimbulkan dari serangga ini? Biasanya, orong-orong mengganggu pertumbuhan tanaman dengan cara merusak akar pada tanaman yang akhirnya menghambat penyerapan nutrisi dan menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan layu. Lalu, orong-orong bisa memicu penyakit bagi tanaman karena serangannya pada akar dapat mengakibatkan luka pada akar sehingga rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Kemudian, orong-orong juga merusak struktur tanah karena kebiasaannya yang suka menggali, menyebabkan tanah menjadi berlubang-lubang dan pada akhirnya mengganggu drainase dan aerasi tanah. Lalu, tanaman apa saja yang rentan diserang oleh si orong-orong ini? Orong-orong seringkali ditemukan menjadi hama pada tanaman padi, jagung, tebu, dan berbagai sayuran yang merupakan sasaran empuk bagi orong-orong. Bagaimana Cara Mengendalikan Hama Orong-orong Pengolahan Tanah Mengolah tanah dengan cara membajak dan mencangkul tanah dapat merusak sarang dan telur orong-orong. Pestisida Nabati Seperti bawang putih, cabai, atau tembakau dapat digunakan sebagai pestisida, pengusir hama yang alami. Musuh Alami Hewan-hewan seperti burung, ayam, dan katak merupakan predator alami bagi orong-orong. Para petani perlu waspada terhadap tanda-tanda serangan orong-orong ini seperti tanaman layu, lubang-lubang di sekitar tanaman, dan suara khas orong-orong di malam hari. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah kerugian besar. Mengendalikan hama orong-orong memang bukan perkara yang mudah, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Dengan memahami bahaya dan cara pengendaliannya, kita bisa melindungi tanaman dan hasil panen dari ancaman hama ini.   Sumber : https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Anjing_tanahAnjing tanah