Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Read More
Berita Pertanian

Hari Tani Nasional 2026: Sejarah dan Harapan untuk Petani Indonesia

Setiap 24 September, Indonesia memperingati sebuah momen penting yang sering luput dari perhatian publik. Hari Tani Nasional 2026 bukan sekadar peringatan tahunan biasa. Ini adalah undangan bagi seluruh bangsa untuk berhenti sejenak dan menghormati jutaan petani yang setiap hari bangun sebelum matahari terbit demi memastikan pangan tersedia di meja makan kita. Sejarah Hari Tani Nasional yang Perlu Kamu Ketahui Lahirnya Hari Tani Nasional berakar dari sebuah keputusan bersejarah di era Presiden Soekarno. Pada 24 September 1960, pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau yang dikenal sebagai UUPA 1960. Undang-undang ini merombak total struktur penguasaan tanah warisan kolonial yang penuh ketimpangan. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1963, Presiden Soekarno resmi menetapkan 24 September sebagai Hari Tani Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963. Penetapan ini menjadi bentuk penghormatan nyata terhadap perjuangan kaum tani sekaligus menempatkan kesejahteraan petani sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. Makna Hari Tani Nasional 2026 di Era Modern Di usianya yang ke-63 tahun, Hari Tani Nasional 2026 semakin relevan untuk dirayakan. Petani Indonesia bukan sekadar profesi biasa, mereka adalah pahlawan nyata di garis depan kedaulatan pangan bangsa. Data membuktikan hal ini. Sektor pertanian tumbuh 4,97 persen pada triwulan I-2026 dan menyumbang 12,67 persen terhadap PDB nasional. Selain itu, cadangan beras pemerintah mencapai 4,6 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Semua capaian ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras puluhan juta petani di seluruh pelosok negeri. Tantangan yang Masih Dihadapi Petani Indonesia Di balik capaian membanggakan itu, petani Indonesia masih menghadapi tantangan nyata yang tidak ringan. Perubahan iklim membuat cuaca semakin sulit diprediksi sehingga musim tanam kerap terganggu. Biaya produksi terus naik sementara harga jual hasil panen belum selalu berpihak pada petani. Selain itu, regenerasi petani muda menjadi pekerjaan rumah jangka panjang yang mendesak. Akses modal dan teknologi pertanian modern juga belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, dukungan nyata, mulai dari kebijakan, teknologi, hingga nutrisi tanaman yang tepat menjadi kunci agar petani Indonesia semakin berdaya dan sejahtera. Salah satu langkah koinkret yang bisa dilakukan adalah memastikan lahan pertanian mendapat nutrisi optimal. Pupuk Organik Ansell hadir sebagai solusi untuk mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, aman untuk tanah, dan terbukti meningkatkan hasil panen secara nyata.

Read More
Hama dan Penyakit

Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah pada Tomat

Tomat sudah hampir panen tapi tiba-tiba busuk dan gugur sebelum waktunya? Besar kemungkinan penyebabnya adalah lalat buah. Cara mengendalikan hama lalat buah wajib kamu pelajari sejak dini karena serangan hama ini bisa memusnahkan seluruh hasil panen dalam waktu singkat. Mengenal Hama Lalat Buah dan Cara Serangannya Lalat buah Bactrocera spp. menjadi musuh utama petani tomat di seluruh Indonesia. Hama ini mulai menyerang ketika tanaman memasuki fase pembuahan, yakni sekitar usia 45 hari setelah tanam hingga awal panen pertama di usia 90 hari. Cara kerjanya cepat dan berbahaya. Lalat betina meletakkan telur langsung di kulit buah yang mulai matang, satu ekor saja mampu menghasilkan hingga 40 butir telur per hari. Setelah telur menetas, larva memakan daging buah dari dalam sehingga buah membusuk, berubah warna, dan gugur sebelum sempat dipanen. Gejala Serangan yang Perlu Diwaspadai Kenali tanda-tanda serangan lalat buah sejak awal agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat: Muncul noda hitam kecil bekas tusukan di permukaan kulit buah Daging buah membusuk dan melunak di bagian yang terserang Saat dibelah, tampak larva kecil di dalam daging buah Buah gugur sebelum matang dalam jumlah banyak Kamu harus segera mengumpulkan dan memusnahkan buah yang sudah gugur. Jika dibiarkan, buah tersebut menjadi sumber infeksi bagi generasi lalat buah berikutnya dan memperparah serangan di musim tanam mendatang. 3 Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah secara Efektif 1. Insektisida Berbahan Aktif Dimetoat Semprotkan insektisida berbahan aktif dimetoat saat buah masih muda. Aroma kuat dari bahan aktif ini mengusir lalat buah sebelum sempat mendekati tanaman. Lakukan penyemprotan rutin di pagi atau sore hari untuk hasil maksimal. 2. Perangkap Botol dengan Petrogenol Buat perangkap sederhana menggunakan botol plastik bekas. Basahi kapas dengan cairan petrogenol lalu masukkan ke dalam botol, lalu cat bagian luar botol dengan warna kuning untuk menarik perhatian lalat. Pasang perangkap di sekitar kebun namun agak jauh dari tanaman agar lalat tergiring ke perangkap, bukan ke buah. 3. Pestisida Nabati dari Jeruk Nipis Untuk kamu yang ingin solusi lebih organik, coba pestisida nabati dari jeruk nipis berikut ini: Bahan: 2–3 buah jeruk nipis beserta daunnya (minimal 20 helai) 2 sendok gula pasir 1–2 gelas air 20 ml EM4 Cara membuat: Blender jeruk nipis, daun, air, dan gula hingga halus Tambahkan EM4 lalu aduk rata Tuang ke botol, tutup rapat, lalu fermentasi selama 10 hari Campurkan dengan air lalu semprotkan langsung ke buah Agar pestisida nabati ini bekerja lebih maksimal, pastikan tanamanmu mendapat nutrisi yang cukup. Gunakan Pupuk Organik Ansell untuk memperkuat daya tahan tanaman tomat dari dalam dengan nutrisi lengkap, organik, dan aman untuk tanah serta lingkungan sekitarmu.

Read More
Budidaya

Cara Menyimpan Biji Tomat untuk Ditanam Kembali

Daripada beli tomat setiap hari, kenapa tidak tanam sendiri dari bijinya? Cara menyimpan biji tomat yang benar memungkinkan kamu menghasilkan puluhan tanaman baru hanya dari satu buah saja. Selain hemat, kamu juga bisa memastikan tomat yang tumbuh bebas dari bahan kimia berbahaya. 5 Cara Menyimpan Biji Tomat dengan Benar Pilih Tomat Berkualitas Tinggi Kualitas biji sangat bergantung pada kualitas buahnya. Pilih tomat yang sudah matang sempurna di pohon, ukurannya besar, kulitnya mulus, warnanya segar, dan tidak ada cacat. Jika belum punya tanaman tomat sendiri, beli di pasar dan utamakan yang berasal dari pertanian organik karena lebih aman dari residu kimia. Belah dan Ambil Bijinya Belah buah tomat menjadi dua bagian, lalu gunakan sendok kecil untuk mengambil biji beserta cairan beningnya. Biarkan lapisan berair tetap menempel pada biji karena cairan ini sangat membantu proses fermentasi pada tahap berikutnya. Fermentasi dalam Toples Tertutup Masukkan biji tomat ke dalam toples berisi air, tutup dengan tisu atau kertas saringan yang diikat karet gelang. Diamkan di tempat hangat selama 2–4 hari dan aduk setiap hari. Jangan khawatir jika muncul jamur putih — jamur ini justru memakan lapisan lengket pada biji sehingga kualitas benih semakin baik. Pilih Benih Terbaik Setelah 2–4 hari, tuangkan air hangat ke dalam toples lalu diamkan sebentar. Benih berkualitas akan tenggelam ke dasar, sementara benih yang mengambang sudah tidak bernas dan harus dibuang. Gunakan hanya benih yang mengendap untuk hasil tanam terbaik. Keringkan dan Simpan dengan Benar Tiriskan benih terpilih di atas kertas, pisahkan yang menempel agar tidak menumpuk. Keringkan secara alami pada suhu ruang selama beberapa hari. Setelah benar-benar kering, simpan dalam wadah tertutup di tempat yang sejuk, kering, dan gelap. Dengan cara ini, biji tomat bisa bertahan hingga beberapa tahun. Cara Menanam Biji Tomat yang Sudah Disimpan Tanam dengan Irisan Buah Iris tomat setebal seperempat hingga setengah inci. Pilih irisan yang paling banyak mengandung air dan bijinya. Letakkan irisan secara sejajar di atas media tanam — campuran tanah dan sekam bakar — tanpa saling tumpang tindih. Tutup irisan dengan lapisan tipis tanah lalu siram secara merata. Tempatkan di Lokasi yang Tepat Letakkan pot di area yang mendapat sinar matahari cukup namun tidak langsung. Gunakan paranet untuk menyaring cahaya agar bibit tidak kepanasan. Dalam 10–14 hari, tunas kecil akan mulai bermunculan dari dalam tanah. Pindah Tanam saat Siap Bibit siap pindah tanam saat sudah memiliki 4 helai daun. Pindahkan ke media yang lebih besar agar akar bisa berkembang leluasa. Tomat tumbuh optimal dengan sinar matahari 6–8 jam per hari dan media tanam yang selalu lembap. Berikan pupuk organik cair secara rutin untuk mendukung pertumbuhan vegetatif yang optimal. Kesimpulannya, cara menyimpan biji tomat sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja di rumah. Dengan satu buah tomat berkualitas, kamu sudah bisa memulai kebun tomat sendiri yang produktif dan hemat biaya.

Read More
Edukasi

Gaya Hidup Pertanian Organik untuk Masa Depan Lebih Sehat

Semakin banyak orang yang kritis memilih apa yang masuk ke dalam tubuh mereka. Gaya hidup pertanian organik hadir bukan sekadar menjawab tren, tetapi sebagai solusi nyata atas kekhawatiran masyarakat terhadap bahaya residu kimia pada pangan. Di kota-kota besar Indonesia, pilihan organik kini bukan lagi kemewahan, ia menjadi kebutuhan. Apa Itu Pertanian Organik? Pertanian organik adalah sistem budidaya yang mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari penggunaan pupuk kimia sintetis maupun pestisida berbahaya. Namun, pertanian organik bukan sekadar “tidak pakai kimia”. Ia juga mencakup pengelolaan lahan yang bijak, pengendalian hama secara alami, pemupukan organik, dan pencegahan erosi tanah secara menyeluruh. Produk yang dihasilkan memenuhi standar ketat: nilai gizi terjamin, bebas racun, dan proses produksinya ramah lingkungan. Oleh karena itu, sistem ini menjadi pilihan paling ideal untuk menjaga kesehatan manusia sekaligus kelestarian alam. 5 Tujuan Utama Budidaya Organik Pertanian organik bukan hanya soal hasil panen. Ada lima tujuan besar di baliknya: Menghasilkan pangan berkualitas dengan kandungan gizi tinggi dan bebas residu kimia berbahaya Menjaga kesuburan tanah jangka panjang agar lahan tetap produktif untuk generasi berikutnya Mendukung keanekaragaman hayati dan ekosistem pertanian yang seimbang Mengurangi pencemaran lingkungan akibat bahan kimia yang merusak tanah dan air Mempertimbangkan dampak sosial agar petani dan masyarakat sekitar ikut sejahtera Keunggulan Gaya Hidup Pertanian Organik bagi Petani Banyak petani ragu beralih karena takut hasil panen menurun. Padahal, keunggulan sistem ini justru jauh lebih menggiurkan dibanding pertanian konvensional. Pertama, biaya operasional lebih rendah karena tidak perlu membeli pupuk kimia dan pestisida mahal secara rutin. Kedua, harga jual lebih tinggi karena permintaan pasar terus meningkat baik di dalam maupun luar negeri. Ketiga, pangsa pasar semakin luas seiring meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya pangan sehat. Selain itu, tanah yang dikelola secara organik terbukti semakin subur dari waktu ke waktu. Berbeda dengan tanah yang terus terpapar kimia dan lama-kelamaan menjadi keras, miskin nutrisi, dan tidak produktif. Dari Tren Menjadi Gerakan Nyata Kesadaran masyarakat urban mendorong pertumbuhan ekosistem gaya hidup pertanian organik secara menyeluruh. Mulai dari teknik budidaya, sarana produksi, hingga jaringan distribusi kini berkembang pesat. Akibatnya, petani organik memiliki peluang usaha yang jauh lebih terbuka dibanding sebelumnya. Kesimpulannya, gaya hidup pertanian organik adalah investasi terbaik — untuk kesehatan tubuh, kesuburan tanah, dan masa depan generasi penerus. Sudah saatnya kita dukung gerakan ini bersama-sama.