Siapa yang masih ingat Popeye Si Pelaut? Karakter kartun ikonik itu selalu langsung menjadi kuat setelah menelan bayam kaleng. Namun, tahukah kamu bahwa jenis bayam Popeye dan bayam Indonesia ternyata berbeda sama sekali? Bukan hanya beda naman, tapi keduanya berasal dari genus tanaman yang berbeda dengan ciri pertumbuhan yang berbeda pula. Mengenal Dua Jenis Bayam yang Sering Tertukar Bayam yang biasa kita temukan di pasar dan warung makan Indonesia berasal dari genus Amaranthus. Ada beberapa jenisnya yang populer di sini: Bayam cabut (Amaranthus viridis) — paling umum dijual di pasar tradisional Bayam duri (Amaranthus spinosus) — tumbuh liar dan batangnya berduri Bayam merah (Amaranthus tricolor) — berwarna merah keunguan, kaya antioksidan Sementara itu, bayam yang identik dengan Popeye dalam budaya populer adalah Spinacia oleracea atau yang dikenal sebagai spinach dalam bahasa Inggris. Tanaman ini sangat populer di Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Meskipun sama-sama disebut bayam, keduanya berasal dari genus yang berbeda dalam satu keluarga tanaman yang sama. Jenis Bayam Popeye dan Bayam Indonesia: Apa Bedanya? Perbedaan keduanya cukup mencolok jika kamu perhatikan dengan seksama. Pertama dari sisi bentuk, Spinacia oleracea memiliki daun lonjong berkilau dengan ujung membulat dan batang yang berpusat pada satu bonggol akar, mirip seperti sawi atau kailan. Sebaliknya, bayam Amaranthus memiliki batang yang bercabang-cabang dengan daun lebih lebar dan tidak berkilau. Dari sisi sejarah, spinach sudah dikonsumsi manusia sejak 2.000 tahun lalu di Persia. Selanjutnya tanaman ini menyebar ke China melalui Nepal, lalu masuk ke Eropa pada abad ke-14. Oleh karena itu, spinach lebih dikenal di belahan barat dunia, sementara bayam Amaranthus justru mendominasi konsumsi di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dari sisi kandungan, keduanya sama-sama kaya akan vitamin A,C, dan K, serta mineral seperti zat besi, magnesium, dan kalium. Jadi, meski berbeda jenis, nilai gizinya tidak berbeda jauh. Tips Menanam Bayam di Rumah Kabar baiknya, kedua jenis bayam ini tergolong mudah ditanam bahkan oleh pemula sekalipun. Bayam Amaranthus sangat cocok untuk iklim tropis Indonesia dan bisa dipanen hanya dalam 25-30 hari setelah tanam. Berikut tips singkatnya: Gunakan media tanam campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 Pastikan tanaman mendapat sinar matahari minimal 4–6 jam per hari Siram secara rutin pagi dan sore, jaga agar tanah tetap lembap Berikan nutrisi tambahan secara rutin agar pertumbuhan daun optimal Untuk hasil panen yang lebih lebat dan berkualitas, dukung pertumbuhan bayammu dengan Pupuk Organik Ansell yang diformulasikan khusus untuk mendukung pertumbuhan sayuran secara organik, aman, dan ramah lingkungan.
