Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Read More
Budidaya

Cara Menyimpan Biji Tomat untuk Ditanam Kembali

Daripada beli tomat setiap hari, kenapa tidak tanam sendiri dari bijinya? Cara menyimpan biji tomat yang benar memungkinkan kamu menghasilkan puluhan tanaman baru hanya dari satu buah saja. Selain hemat, kamu juga bisa memastikan tomat yang tumbuh bebas dari bahan kimia berbahaya. 5 Cara Menyimpan Biji Tomat dengan Benar Pilih Tomat Berkualitas Tinggi Kualitas biji sangat bergantung pada kualitas buahnya. Pilih tomat yang sudah matang sempurna di pohon, ukurannya besar, kulitnya mulus, warnanya segar, dan tidak ada cacat. Jika belum punya tanaman tomat sendiri, beli di pasar dan utamakan yang berasal dari pertanian organik karena lebih aman dari residu kimia. Belah dan Ambil Bijinya Belah buah tomat menjadi dua bagian, lalu gunakan sendok kecil untuk mengambil biji beserta cairan beningnya. Biarkan lapisan berair tetap menempel pada biji karena cairan ini sangat membantu proses fermentasi pada tahap berikutnya. Fermentasi dalam Toples Tertutup Masukkan biji tomat ke dalam toples berisi air, tutup dengan tisu atau kertas saringan yang diikat karet gelang. Diamkan di tempat hangat selama 2–4 hari dan aduk setiap hari. Jangan khawatir jika muncul jamur putih — jamur ini justru memakan lapisan lengket pada biji sehingga kualitas benih semakin baik. Pilih Benih Terbaik Setelah 2–4 hari, tuangkan air hangat ke dalam toples lalu diamkan sebentar. Benih berkualitas akan tenggelam ke dasar, sementara benih yang mengambang sudah tidak bernas dan harus dibuang. Gunakan hanya benih yang mengendap untuk hasil tanam terbaik. Keringkan dan Simpan dengan Benar Tiriskan benih terpilih di atas kertas, pisahkan yang menempel agar tidak menumpuk. Keringkan secara alami pada suhu ruang selama beberapa hari. Setelah benar-benar kering, simpan dalam wadah tertutup di tempat yang sejuk, kering, dan gelap. Dengan cara ini, biji tomat bisa bertahan hingga beberapa tahun. Cara Menanam Biji Tomat yang Sudah Disimpan Tanam dengan Irisan Buah Iris tomat setebal seperempat hingga setengah inci. Pilih irisan yang paling banyak mengandung air dan bijinya. Letakkan irisan secara sejajar di atas media tanam — campuran tanah dan sekam bakar — tanpa saling tumpang tindih. Tutup irisan dengan lapisan tipis tanah lalu siram secara merata. Tempatkan di Lokasi yang Tepat Letakkan pot di area yang mendapat sinar matahari cukup namun tidak langsung. Gunakan paranet untuk menyaring cahaya agar bibit tidak kepanasan. Dalam 10–14 hari, tunas kecil akan mulai bermunculan dari dalam tanah. Pindah Tanam saat Siap Bibit siap pindah tanam saat sudah memiliki 4 helai daun. Pindahkan ke media yang lebih besar agar akar bisa berkembang leluasa. Tomat tumbuh optimal dengan sinar matahari 6–8 jam per hari dan media tanam yang selalu lembap. Berikan pupuk organik cair secara rutin untuk mendukung pertumbuhan vegetatif yang optimal. Kesimpulannya, cara menyimpan biji tomat sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja di rumah. Dengan satu buah tomat berkualitas, kamu sudah bisa memulai kebun tomat sendiri yang produktif dan hemat biaya.

Read More
Edukasi

Zat Pengatur Tumbuh Alami untuk Tanaman dari Bahan Dapur

Tidak perlu merogoh kocek dalam untuk membeli ZPT mahal di toko pertanian. Zat pengatur tumbuh alami untuk tanaman ternyata bisa kamu dapatkan dari bahan-bahan yang ada di dapur dan sekitar rumah. Selain hemat biaya, ZPT alami juga aman bagi lingkungan dan mendukung gaya hidup bertani secara organik. Apa Itu Zat Pengatur Tumbuh? Zat pengatur tumbuh atau ZPT adalah senyawa organik yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dalam kadar sangat kecil sekalipun, ZPT mampu mendorong, menghambat, atau mengubah arah pertumbuhan tanaman secara signifikan. Ada lima kelompok utama ZPT yang perlu kamu ketahui: auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat. Dari kelimanya, auksin, sitokinin, dan giberelin berperan aktif mendorong pertumbuhan dan ketiganya bisa kamu temukan di bahan-bahan alami di sekitarmu. 4 Sumber Zat Pengatur Tumbuh Alami untuk Tanaman 1. Bawang Merah Bawang merah bukan sekadar bumbu dapur. Kandungan auksin, vitamin B1, dan senyawa rhizokalin di dalamnya terbukti merangsang pertumbuhan akar tanaman secara optimal. Selain itu, saat bawang merah ditumbuk, senyawa allithiamin memperlancar metabolisme jaringan tanaman sekaligus bekerja sebagai fungisida dan bakterisida alami. Cukup rendam irisan bawang merah dalam air, lalu gunakan airnya untuk menyiram tanaman. 2. Air Kelapa Air kelapa muda mengandung auksin dan sitokinin dalam kadar tinggi — dua hormon utama yang merangsang pertumbuhan akar dan membangunkan tunas yang belum aktif. Di samping itu, kandungan mineral, gula alami, dan vitamin di dalamnya memperkaya nutrisi tanah secara organik. Gunakan air kelapa muda langsung untuk menyiram tanaman atau campurkan ke media tanam secara rutin. 3. Ekstrak Tauge Tauge menyimpan konsentrasi ZPT yang mengejutkan: auksin 1,68 mg/L, giberelin 39,94 mg/L, dan sitokinin 96,26 mg/L. Kandungan ini menjadikan tauge sebagai sumber vitamin B1 alami yang sangat efektif merangsang pertumbuhan sekaligus mencegah stres pada tanaman. Blender tauge dengan sedikit air, saring, lalu semprotkan ke daun atau siramkan ke pangkal tanaman. 4. Bonggol Pisang Bagian bonggol pisang yang sering terbuang percuma ternyata mengandung giberelin, sitokinin, dan tujuh jenis mikroorganisme bermanfaat bagi tanah. Nutrisi seperti pati, protein, dan karbohidrat di dalamnya mempercepat pertumbuhan akar dan batang tanaman secara signifikan. Fermentasikan bonggol pisang selama beberapa hari, kemudian cairannya langsung siap digunakan sebagai pupuk organik cair. Zat Pengatur Tumbuh Alami vs Sintetik: Mana Lebih Baik untuk Tanaman? ZPT sintetik memang praktis dan kandungan hormonnya lebih terukur. Namun, harganya mahal dan berpotensi meninggalkan residu kimia yang merusak ekosistem tanah jangka panjang. Sebaliknya, ZPT alami mudah dibuat, bebas biaya besar, dan 100% organik sehingga tidak mencemari lingkungan sama sekali. Kesimpulannya, zat pengatur tumbuh alami untuk tanaman adalah solusi cerdas bagi petani dan penghobi berkebun yang ingin hemat biaya tanpa mengorbankan kualitas pertumbuhan tanaman. Mulai dari bawang merah hingga bonggol pisang, alam sudah menyediakan segalanya untukmu.