Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Read More
Berita Pertanian

Pompanisasi Pertanian Siapkan Rp4T Hadapi El Nino

El Nino mengancam, pemerintah bergerak cepat. Pompanisasi pertanian hadapi El Nino 2026 menjadi program andalan Kementerian Pertanian untuk memastikan lahan sawah tetap terairi meski kekeringan ekstrem melanda. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun khusus untuk program ini — dan seluruh pompa air diberikan gratis kepada petani. Pompanisasi Pertanian Hadapi El Nino 2026: Apa dan Mengapa? BMKG memprediksi El Nino 2026 berada pada kategori lemah hingga moderat. Namun, Kementan memilih bertindak antisipatif sebelum dampak kekeringan meluas ke lahan pertanian. Pengalaman menghadapi El Nino pada 2015–2016, 2023, dan 2024 menjadi pelajaran berharga bahwa mitigasi dini jauh lebih efektif daripada menunggu kerusakan terjadi. Program pompanisasi berfokus pada sawah tadah hujan yang paling rentan kekeringan. Melalui pompa air, petani tetap bisa mengairi lahan meski curah hujan menurun drastis. Hasilnya, musim tanam tidak terganggu dan produksi pangan nasional tetap terjaga. Target Distribusi Pompa dan Infrastruktur Air 2026 Kementan menetapkan target ambisius untuk tahun ini. Pemerintah menargetkan distribusi: 94.000 unit pompa air tambahan untuk petani di seluruh Indonesia 37.000 unit infrastruktur air meliputi irigasi perpompaan, perpipaan, dan rehabilitasi jaringan tersier 800.000 hektare lahan rawa yang irigasinya diperbaiki melalui program optimasi lahan Selain itu, Kementan juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian berjalan lebih optimal di seluruh wilayah. Dampak Nyata bagi Petani Indonesia Program pompanisasi memberikan manfaat langsung yang petani rasakan di lapangan. Pertama, petani tidak perlu mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli pompa karena pemerintah menyediakannya secara cuma-cuma. Kedua, ketersediaan air yang terjamin memungkinkan petani tetap menanam dan memanen meski musim kemarau panjang berlangsung. Di sisi ketahanan pangan, hasilnya pun sangat menggembirakan. Stok cadangan beras pemerintah per April 2026 mencapai 4,6 juta ton — tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Mentan Amran optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya program pompanisasi secara masif. Kesimpulannya, pompanisasi pertanian hadapi El Nino 2026 bukan sekadar program irigasi biasa. Ini adalah bukti nyata negara hadir melindungi petani dari ancaman iklim, memastikan pangan rakyat Indonesia tetap aman dan produksi pertanian nasional terus meningkat.