Ansell Agro Indonesia

Hadir menjadi mitra yang handal bagi petani Indonesia dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.

Follow Us

Pupuk Organik, Tanah Subuh, Lingkungan Sehat
Read More
Pupuk Organik

Pupuk Organik: Solusi Ramah Lingkungan untuk Tanah Subur

Tahukah kamu? Belakangan ini banyak ditemukan berbagai permasalahan akibat pencemaran oleh pupuk kimia dan pestisida kimia. Pemakaian bahan-bahan kimia secara berlebihan ini bisa berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia akibat tercemarnya bahan-bahan sintesis tersebut. Kabar baiknya adalah masyarakat sudah sadar akan pentingnya pertanian berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan, pupuk organik hadir sebagai solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil panen. Kandungan unsur hara dalam pupuk organik memang tidak terlalu tinggi, tetapi jenis pupuk ini mempunyai manfaat lain yaitu dapat memperbaiki sifat-sifat fisik tanah seperti permeabilitas tanah, porositas tanah, struktur tanah, daya menahan air dan kation-kation tanah. Berasal dari mana sih pupuk organik ini? Pupuk organik berasal dari bahan alami seperti sisa tanaman dan kotoran hewan. Pupuk ini menawarkan berbagai manfaat bagi tanah dan tanaman, seperti: Memperbaiki Struktur Tanah: Meningkatkan kemampuan tanah menahan air dan nutrisi, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan akar. Meningkatkan Kesuburan Tanah: Menambahkan mikroorganisme menguntungkan yang membantu mengurai bahan organik menjadi nutrisi bagi tanaman. Ramah Lingkungan: Tidak mengandung bahan kimia berbahaya, menjaga ekosistem tanah dan air tetap sehat. Hasil Panen yang Berkualitas: Meningkatkan rasa, nutrisi, dan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. Berkelanjutan: Mendukung pertanian berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis. Yuk, beralih ke pupuk organik! Sebagai langkah positif untuk menjaga kesehatan tanah, tanaman, lingkungan, dan menghasilkan makanan yang lebih bergizi untuk generasi masa depan.

Orong Orong Gaang Pengganggu Tanaman
Read More
Agribisnis

Orong Orong / Gaang : Serangga Kecil Perusak Tanaman

Halo sobat Ansell ! Apakah kalian pernah dengar istilah orong orong? Hama orong-orong merupakan momok menakutkan bagi para petani loh! Serangannya ini tidak hanya merusak tanaman, tapi juga mengancam hasil panen yang bisa merugikan petani. Apa saja sih bahaya yang mengintai dari hama ini? Yuk, mari kita simak! Apa sih orong-orong itu? Sebenarnya, orong-orong memiliki banyak panggilan yang dikenal oleh masyarakat. Pada umumnya, orang Jawa menyebutnya orong orong, di tanah Sunda dikenal dengan nama gaang, sementara dalam bahasa Toba disebut dengan singke. Orong-orong atau anjing tanah merupakan serangga yang sering dianggap remeh oleh sebagian orang karena ukurannya yang kecil, tapi apa kalian tahu? ternyata dia menjadi ancaman serius bagi tanaman pertanian. Dengan kebiasaan menggali dan memakan akar, orong-orong dapat merusak tanaman hingga menyebabkan gagal panen. Apa saja kerusakan yang ditimbulkan dari serangga ini? Biasanya, orong-orong mengganggu pertumbuhan tanaman dengan cara merusak akar pada tanaman yang akhirnya menghambat penyerapan nutrisi dan menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan layu. Lalu, orong-orong bisa memicu penyakit bagi tanaman karena serangannya pada akar dapat mengakibatkan luka pada akar sehingga rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Kemudian, orong-orong juga merusak struktur tanah karena kebiasaannya yang suka menggali, menyebabkan tanah menjadi berlubang-lubang dan pada akhirnya mengganggu drainase dan aerasi tanah. Lalu, tanaman apa saja yang rentan diserang oleh si orong-orong ini? Orong-orong seringkali ditemukan menjadi hama pada tanaman padi, jagung, tebu, dan berbagai sayuran yang merupakan sasaran empuk bagi orong-orong. Bagaimana Cara Mengendalikan Hama Orong-orong Pengolahan Tanah Mengolah tanah dengan cara membajak dan mencangkul tanah dapat merusak sarang dan telur orong-orong. Pestisida Nabati Seperti bawang putih, cabai, atau tembakau dapat digunakan sebagai pestisida, pengusir hama yang alami. Musuh Alami Hewan-hewan seperti burung, ayam, dan katak merupakan predator alami bagi orong-orong. Para petani perlu waspada terhadap tanda-tanda serangan orong-orong ini seperti tanaman layu, lubang-lubang di sekitar tanaman, dan suara khas orong-orong di malam hari. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah kerugian besar. Mengendalikan hama orong-orong memang bukan perkara yang mudah, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Dengan memahami bahaya dan cara pengendaliannya, kita bisa melindungi tanaman dan hasil panen dari ancaman hama ini.   Sumber : https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Anjing_tanahAnjing tanah